DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI NASIONAL

14 Mei 2012 Berita

Sekretariat Jenderal, Dewan Energi Nasional pada tanggal 11 Mei 2012 menyelenggarakan acara forum komunikasi lintas sektor dengan tema: ”Peran Perguruan Tinggi Dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional”. acara yang berlangsung di Aula Madya Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Ketahanan Energi Nasional yang menjadi topik diskusi kita, akhir-akhir ini ramai dibahas baik di media cetak, radio, media elektronik dalam bentuk talkshow ataupun debat, bahkan juga sudah menjadi konsumsi publik dari seluruh lapisan. Hal ini dapat kita pahami karena peran strategis energi dalam pembangunan bangsa harus berhadapan dengan semakin terbatasnya ketersediaan sumber daya dan cadangan energi, dalam hal ini tentu terkait dengan energi fosil.

Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan, Farida Zed dalam sambutannya menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi energi dalam negeri sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk, tentu memerlukan dukungan jaminan ketersediaan pasokan energi. Sampai dengan tahun 2030, hasil kajian lembaga-lembaga energi dunia seperti IEA, APERC dan ACE menunjukkan bahwa bauran energi dunia masih didominasi oleh minyak bumi dan peran EBT masih berkisar 15% - 20% dalam bauran energi. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia, walaupun secara prosentasi peran energi fosil terus ditekan tetapi secara volume terjadi peningkatan. Hal ini antara lain disebabkan oleh masih belum tergantikannya peran minyak bumi untuk keperluan tertentu (seperti untuk keperluan peralatan militer), dan keekonomian dari harga EBT.
Bapak-Ibu, Para hadirin yang berbahagia,  

Keterbatasan sumber daya dan cadangan energi fosil (minyak bumi, gas dan batubara) telah menyebabkan terjadinya perubahan pola negara-negara dalam  men”secure” pasokan. Negara-negara tidak lagi bicara jaminan pasokan untuk periode 1-2 tahun, tetapi sudah mencapai periode dekade bahkan ada yang sudah mencapai 100 tahun. Perubahan pola ini berdampak kepada perubahan perilaku negara-negara dalam mendapatkan jaminan pasokan energi yang memberikan pengaruh terhadap seluruh mata rantai proses energi dari hulu ke hilir, bahkan sampai kepada sistem pembayaran atau transaksi energi di dunia. Kondisi-kondisi ini tentu juga memberikan pengaruh terhadap pengelolaan energi nasional kita.

Berkaitan dengan Isu tentang ketahanan energi dijelaskan bahwa sebenarnya bukanlah isu baru. Lahirnya OPEC (organisasi negara-negara produsen minyak bumi, dimana Indonesia juga pernah bergabung di dalamnya) juga tidak terlepas dari isu ini. Ketidak adilan yang dirasakan oleh negara-negara produsen terhadap rendahnya harga jual minyak saat itu akibat harga dikendalikan oleh konsumen telah menyatukan negara-negara produsen pada tahun 1970 membentuk organisasi yang sampai saat ini masih eksis dan disegani yang dengan kekuatannya berfungsi sebagai pengendali harga minyak dunia. Kekuatan dan daya tarik energi fosil tidak hanya mampu mendorong perekonomian dunia, tetapi juga telah melahirkan konflik bahkan perang yang berkepanjangan yang kita saksikan saat ini. Kondisi tersebut di atas tentu memberikan pengaruh terhadap pengelolaan energi nasional kita.

Sebagai nara sumber acara diskusi tersebut adalah Dr. Tumiran, beliau adalah salah satu Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan dan juga Dekan Fakultas Teknik UGM. Dalam makalahnya dijelaskan bagaimana sesungguhnya ketahanan energi nasional kita dan peran apa yang dapat dikontribusikan oleh perguruan tinggi dalam mengisi ketahanan energi nasional jangka panjang.


ON/DEN

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.