DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

SOSIALISASI KEBIJAKAN ENERGI DI UNIVERSITAS MUHAMMADYAH SURAKARTA

30 Mei 2012 Berita

SURAKARTA, (30/05) Permasalahan energi bukan lagi permaslahan kita semata tapi sudah menjadi permasalahan internasional demikian disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Ir. Agus Riyanto, MT. saat menyampaikan sambutannya pada  acara  Sosialisasi Kebijakan Energi dengan tema ”Peran Perguruan Tinggi Dalam Mendukung Ketahanan Energi” (30/05) di Auditorium UMS, Surakarta.

Lebih lanjut Dekan Fakultas Teknik UMS tersebut juga menyampaikan berkaitan dengan pemanfaatan energi juga  dipengaruhi oleh gaya hidup kita sehari-hari, maka perguruan tinggi yang mempunyai sdm yang kuat, maka ums yang memiliki hal tersebut menjadi alasan bagi ums untuk berperan di dalam sektor tersebut, termasuk juga peran dalam peran ums khususnya dapat mewujudkan ketahanan energi ke depan.


Ditempat yang sama Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan, Ir. Farida dari Zed, ME, dari Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional menjelaskan bahwa terkait dengan tema acara tersebut menyampaikan bahwa Ketahanan Energi Nasional yang menjadi topik diskusi, akhir-akhir ini ramai dibahas baik di media cetak, radio, media elektronik dalam bentuk talkshow ataupun debat, bahkan juga sudah menjadi konsumsi publik dari seluruh lapisan. Hal ini dapat kita pahami karena peran strategis energi dalam pembangunan bangsa harus berhadapan dengan semakin terbatasnya ketersediaan sumber daya dan cadangan energi, dalam hal ini tentu terkait dengan energi fosil.

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa, Keterbatasan sumber daya dan cadangan energi fosil (minyak bumi, gas dan batubara) telah menyebabkan terjadinya perubahan pola negara-negara dalam  men”secure” pasokan. Negara-negara tidak lagi bicara jaminan pasokan untuk periode 1-2 tahun, tetapi sudah mencapai periode dekade bahkan ada yang sudah mencapai 100 tahun. Perubahan pola ini berdampak kepada perubahan perilaku negara-negara dalam mendapatkan jaminan pasokan energi yang memberikan pengaruh terhadap seluruh mata rantai proses energi dari hulu ke hilir, bahkan sampai kepada sistem pembayaran atau transaksi energi di dunia. Kondisi-kondisi ini tentu juga memberikan pengaruh terhadap pengelolaan energi nasional kita.

Isu tentang ketahanan energi sebenarnya bukanlah isu baru. Lahirnya OPEC (organisasi negara-negara produsen minyak bumi, dimana Indonesia juga pernah bergabung di dalamnya) juga tidak terlepas dari isu ini. Ketidak adilan yang dirasakan oleh negara-negara produsen terhadap rendahnya harga jual minyak saat itu akibat harga dikendalikan oleh konsumen telah menyatukan negara-negara produsen pada tahun 1970 membentuk organisasi yang sampai saat ini masih eksis dan disegani yang dengan kekuatannya berfungsi sebagai pengendali harga minyak dunia. Kekuatan dan daya tarik energi fosil tidak hanya mampu mendorong perekonomian dunia, tetapi juga telah melahirkan konflik bahkan perang yang berkepanjangan yang kita saksikan saat ini.
Rektor UMS, Prof. Bambang Setiadji dalam sambutan saat membuka acara tersebut banyak menyinggung masalah harga bahan bakar minyak (BBM), ia menyarankan jika dimungkinkan subsidi BBM sebaiknya diberikan ke masyarakat yang tidak mampu dalam bentuk yang dapat mendukung kelanjutan hidup mereka.

Rektor mengharapkan bagi doesen dan mahasiswa UMS dapat memanfaatkan kesempatan ini dalam mendukung program-program yang telah dibuat olem UMS, semoga dapat produktif.

Pembicara dalam acara tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan pengembangan energi di Indonesia, adalah Dr. Tumiran (DEN),  Hukum Energi  dengan pembicara DR. Dra. Aisyah Kusuma , MH. Salah satu anggota Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API). Adapun sub tema panel seminar sesi II adalah  berkitan dengan pengembangan energi alternatif di Jawa Tengah, dengan pembicara Dinas ESDM Jateng (ESDM Jawa Tengah), Pengembangan Bioetanol dari umbi iles-iles dan pemanfaatannya sebagai energi alternatif, dengan pembicara: Kusmiyati PhD. (PSEA UMS) serta Pengembangan Bio Gas sebagai energi alternatif, dengan pembicara: Ir. M. Junaidi, MT. (Teknik Sipil UMS)


ON/DEN

Bagikan berita ini


© 2016 - 2022 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.