DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Batubara Alternatif untuk Mengatasi Krisis Nuklir Jepang

18 Maret 2011 Berita

Produsen batubara dapat  memperoleh manfaat dan sisi positif dari krisis nuklir yang melanda Jepang pasca gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat, 11 Maret 2011, ungkap Robert Reilly, Peabody's senior vice president for business development, pada konferensi Investasi di Palm Beach Gardens, Florida.

Pasar batubara akan mendapatkan keuntungan dari kejadian yang menimpa Jepang.” tambahnya selama sesi tanya jawab yang dihadiri 200 pejabat dari kalangan industri.
 
Berdasarkan data International Energy Agency, Jepang merupakan importir batubara kokas dan thermal terbesar di dunia, sebesar 165 juta metrik ton pada tahun 2009.  Sebagian besar Impor batubara Jepang berasal dari Australia.
 
Berdasarkan data US Energy Information Administration, 25% dari pembangkit listrik Jepang menggunakan batubara dan 24% menggunakan nuklir. Dengan kerusakan yang terjadi pada PLTN Fukushima maka permintaan batubara diperkirakan akan meningkat.
 
Sulit untuk dijabarkan dengan tepat berapa banyak tambahan batubara yang akan dibutuhkan untuk mengatasi krisis nuklir yang melanda Jepang. Reilly mengatakan kemungkinan kebutuhan batubara Jepang akan meningkat 5 sampai 10 juta ton. “Yang jelas, dari perspektif pasar batubara, kejadian ini merupakan hal yang positif”, tutup Reilly. (AR, Sumber: Florida Platts)
 
Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.