DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Libya Memanas, Harga Minyak Naik

22 Maret 2011 Berita
Harga minyak dunia kembali melambung pada Senin (21/3), setelah sebelumnya sempat turun akibat tren positif pasar menyambut penawaran gencatan senjata Pemerintah Libya kepada oposisi penentang Pemerintahan Khadafi. Saat ini, harga minyak dunia untuk jenis Light Sweet naik menjadi US$ 103,11/barel, dan untuk jenis Brent juga naik menjadi US$ 116/barel.

Para pelaku pasar sebelumnya memperkirakan bahwa harga minyak akan mengalami tren positif dan memprediksi harga minyak akan terus turun setelah Pemerintahan Khadafi melakukan status quo dengan pihak oposisi, namun prediksi ini ternyata meleset.

Para pelaku pasar menghawatirkan jika NATO berserta AS melakukan serangan ke Libya maka akan terjadi kerusakan yang semakin masif dan meluas ke fasilitas-fasilitas minyak yang ada di negara yang merupakan pengekspor minyak terbesar ke-3 Afrika dan ke-12 dunia ini. Penyerangan ini juga berdampak terhadap perdagangan minyak dikawasan Afrika Utara dan sekitar Libya.

NATO beserta AS mulai menyerang Libya setelah diumumkannya resolusi PBB yang menerapkan zona larangan terbang di Libya, dengan dalih untuk menekan Pemerintah Libya agar tidak terus melakukan tindakan represif bagi rakyat Libya yang menentang Khadafi.

Pembangunan pasca gempa dan tsunami Jepang juga ditengarai turut memicu naiknya harga minyak dunia. Rekonstruksi Jepang diprediksi akan membutuhkan pasokan minyak yang yang sangat banyak. Saat ini dunia sangat berharap kepada Arab Saudi dan negara-negara OPEC agar dapat menjaga harga dan ketersedian pasokan minyak dunia. (AR)
Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.