DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Pemerintah Menunda Program Pengaturan BBM

23 Maret 2011 Berita
Menteri ESDM, Zahedy Saleh dihadapan komisi VII DPR-RI senin, (21/3) menyampaikan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi, dan Pemerintah menunda waktu pelaksanaan Program Pengaturan BBM Bersubsidi.
 
Untuk mengatasi terjadinya ekses kuota dan sambil menunggu dilaksanakannya pengaturan BBM bersubsidi, Pemerintah akan  berupaya meningkatkan pengawasan dengan memperkuat kelembagaan dan sosialisasi BBM, mengintensifkan persiapan alat kendali dan sistem pendukung, serta mengembangkan bahan bakar alternatif yang terjangkau disamping pertamax.
 
Pemerintah akan menjaga agar BBM bersubsidi dapat tepat sasaran dan tepat volume, sehingga subsidi yang menyedot APBN triliunan rupiah dapat dinikmati oleh masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan.
 
Saat ini konsumsi pertamax menurun tajam, dikarenakan konsumen lebih memilih premium yang harganya lebih murah, padahal sebelumnya konsumen telah mulai menyukai pertamax, karena Pertamax yang memiliki oktan lebih tinggi dan menghasilkan pembakaran lebih sempurna dibanding BBM jenis premium.. Di samping itu, pertamax dapat memperpanjang umur mesin dan irit konsumsi bahan bakar sehingga dapat menghemat pengeluaran jangka panjang.
 

Melihat realita beban yang ditimbulkan oleh subsidi energi terhadap keuangan negara dan kemungkinan tidak tercapainya targhet-target pembangunan yang secara langsung dapat mendorong pertumbuhan ekonomi seperti pembangunan infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan dan juga infrastruktur energi yang dapat mendekatkan akses masyarakat dengan energi, maka Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali untuk segera melakukan penyesuaian harga energi. Keinginan ini tentu juga harus didukung dengan keputusan politik yang sejalan, sehingga cita-cita memanfaatkan sumber daya alam bagi terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dapat kita wujudkan bersama. (AR)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.