DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Energi Alternatif, Pilar Penting dalam Usaha Rekonstruksi Jepang

01 April 2011 Berita
Pasca gempa dan tsunami, Jepang akan merevisi kebijakan energinya secara keseluruhan dan kemungkinan akan lebih mengandalkan energi alternatif, ungkap Yukio Edano, Sekretaris Kabinet Jepang dalam konferensi pers yang dikutip dari NHK (29/3). Kebijakan ini akan dimasukkan dalam Japan Grand Scheme for Reconstruction, lanjut Edano.

Gempa berkekuatan 9,0 sekala richter, menyebabkan sistem pada pembangkit tenaga nuklir berkapasitas 10 GW di Fukushima shutdown secara otomatis, sehingga mengganggu pasokan hingga mencapai Tokyo. Hal ini diperparah dengan serangkaian ledakan dan kebakaran di reaktor Fukushima, yang telah mengakibatkan radio aktif menyebar di sekitar komplek PLTN, bahkan radiasi yang melebihi ambang batas yang dapat diterima manusia menyebar hingga radius 20km dan mengkontaminasi makanan, sayuran, dan air.

Lebih dari dua minggu setelah bencana, Tepco dan pengawas nuklir pemerintah Jepang masih berjuang melawan radiasi dan mengontrol penyebaran lebih lanjut dan mencegah overheating bahan bakar nuklir. Pihak terkait berusaha menstabilkan reaktor di fasilitas tersebut untuk mencegah dari kemungkinan terburuk lebih lanjut.

“Mengingat kerusakan yang ditimbulkan bencana kali ini, energi alternatif akan menjadi pilar penting dalam usaha rekonstruksi Jepang, seperti energi surya maupun biofuel”, kata Edano.
Mengenai bagaimana krisis nuklir dapat mempengaruhi strategi tenaga nuklir Jepang, Edano mengungkapkan "Hal pertama yang harus dilakukan saat ini adalah mengatasi krisis hingga situasi dapat dikendalikan”. Kami harus mengevaluasi kembali strategi kami".

Tenaga nuklir selama ini menjadi pilar dalam menyediakan ketersediaan energi di Jepang dengan menyumbang sebesar 30% dari kapasitas pembangkit listrik Jepang. Sebagian besar sisanya berasal dari minyak, gas dan batubara, dan sekitar 10% berasal dari energi alternatif. (AR, berbagai sumber)
Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.