DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Enam Tipe Pembangkit Tenaga Surya

13 April 2011 Berita

 Panel-panel Fotovoltaik

Panel fotovoltaik adalah bentuk yang paling umum yang dikenal oleh kebanyakan orang, ketika mendengar tentang "pembangkit tenaga surya" — panel surya datar dipasang berbaris-baris di atas bangunan atau di lapangan luas di sisi jalan raya. Panel surya fotovoltaik bekerja akibat efek fotolistrik, dimana material tertentu menunjukkan properti menyerap foton cahaya dan melepaskan elektron. Dengan menangkap elektron tersebut maka dapat tercipta arus listrik.

Teknologi fotovoltaik telah berkembang pesat sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1839 oleh fisikawan Perancis, Alexander Edmond Becquerel. 100 tahun kemudian, pada tahun 1941, silikon monocrystalline pertama yang praktis untuk sel surya PV dikembangkan, dan sejak itu kemajuan penemuan material dan proses produksi telah menyebabkan desain lebih tipis dan lebih tahan lama, dengan penggunaan komersial yang semakin luas.
Saat ini, ladang-ladang fotovoltaik — yang mampu menghasilkan ratusan megawatt listrik—sedang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti First Solar, Sunpower, Sharp, Q-Sel, Suntech, dan Yingli.
Tetapi panel surya fotovoltaik bukanlah satu-satunya jenis pembangkit tenaga surya, dan beberapa pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan kekuatan matahari dalam beberapa cara yang sangat berbeda.
 
Palung-palung parabolik
Tipe ini berbentuk serupa palung panjang—cermin lengkung—merefleksikan dan mengkonsentrasikan cahaya matahari ke tengah palung ke tabung absorpsi yang memanjang mengikuti panjang palung (lihat gambar). Tabung absorpsi berisi cairan (biasanya minyak), minyak dipanaskan oleh pantulan sinar matahari hingga mencapai 400 ° C dan disalurkan melalui pipa ke pembangkit listrik di mana minyak ini mendidihkan air untuk menciptakan uap dan menjalankan turbin pembangkit listrik. Palung-palung ini terpasang pada unit mekanis yang melacak pergerakan matahari untuk meningkatkan efisiensi.
Hanya dalam beberapa tahun terakhir, pembangkit listrik ini telah muncul di seluruh dunia, mampu menghasilkan ratusan megawatt listrik. Manfaat tambahan dari penyimpanan sinar matahari sebagai heat, adalah memungkinkan generator untuk terus beroperasi di malam hari dan selama intermiten cuaca berawan, dengan mengatur fluida pemindah panas. Perusahaan- Perusahaan yang mempelopori parabolic panjang termasuk Abengoa dan Acciona dari Spanyol.
 
Piringan Solar (Solar Dish)
Piringan solar raksasa—seperti satelit cermin— beroperasi dengan cara yang sama dengan palung parabolik, tetapi cahaya difokus ke satu titik pusat yang dipasang di atas piring. Beberapa sistem menggunakan panas matahari yang terkonsentrasi untuk menghasilkan uap, namun sistem yang lebih efisien telah dibuat oleh Stirling Energy Systems Inc. dan telah diterapkan di instalasi pembangkit Maricopa di padang pasir Arizona Amerika Serikat.
Piringan solar akan melacak pergerakan matahari dan memfokuskan sinarnya pada unit konverter di titik pusat. Unit konverter ini diisi dengan gas hidrogen, yang ketika dipanaskan oleh konsentrasi sinar matahari, gas yang bertekanan akan mengubah silinder menjadi mesin pembangkit listrik. Cara kerjanya seperti mesin pembakaran namun minus pembakaran, sehingga relatif tidak berisik, dan dianggap sebagai salah satu sistem surya paling efisien dan hemat biaya di pasaran.
 
Reflektor Fresnel
Untuk desain ini dalam banyak cara hal sama seperti palung parabolik, namun reflektor Fresnel menggunakan barisan potongan-potongan kecil cermin datar yang formasinya dibuat melengkung untuk memfokuskan cahaya ke tabung absorpsi. Ini bisa menjadi alternatif yang lebih murah daripada palung parabolik, karena potongan-potongan cermin datar lebih murah daripada satu lempeng besar cermin lengkung. Perusahaan yang memproduksi sistem reflektor Fresnel termasuk Elianto, AREVA dan Novatec Biosol.
 
Menara Solar (Solar Power Tower)
Bayangkan piringan solar raksasa, ladang luas bertabur ribuan cermin solar (yang disebut 'heliostats') diposisikan, diarahkan sedemikian rupa untuk memantulkan sinar matahari ke atas ke suatu puncak menara sebagai titik pusat. Puncak menara ini berupa bola logam berisi garam cair (atau air dalam beberapa model) yang menyerap dan menyimpan panas yang terkonsentrasi dari refleksi cermin-cermin, untuk mendidihkan air dan menggunakan uap untuk menjalankan turbin pembangkit listrik. Perusahaan-perusahaan seperti SolarReserve, eSolar, Abengoa, BrightSource Energi, dan Sener telah merintis pasar menara solar, dan beberapa instalasi telah beroperasi di Spanyol dan satu di Amerika Serikat.
 
Cerobong Solar (Solar Chimney)
Desain ini berbentul seperti corong terbalik, cermin memanaskan udara yang berada di dalam kanopi yang mengelilingi pusat menara. Menara ini berfungsi sebagai cerobong untuk mengalirkan udara panas yang terbentuk dalam kanopi. Karena panas naik, udara panas akan mencoba keluar dari kanopi dan naik melalui cerobong menara yang berbentuk seperti tabung. Turbin ditempatkan dalam menara untuk memanfaatkan energi updraft dan menghasilkan listrik. Meskipun menara dan kanopi perlu dibangun dalam skala besar setara gedung pencakar langit, bangun ini melayani tujuan ganda, dan karena kanopi yang memanaskan udara bertindak sebagai rumah kaca raksasa, ratusan hektar tanaman bisa ditanam di bawah kanopi, meningkatkan utilitas keseluruhan pembangkit listrik tersebut. Perusahaan Australia EnviroMission Limited mengembangkan proyek solar chimney skala besar pertama di padang pasir Arizona Amerika Serikat. (Sumber: John Shimkus, energydigital)
 
Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.