DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Laporan Shale Gas, EIA

14 April 2011 Berita
U.S. Energy Information Administration (EIA) mengeluarkan laporan taksiran potensi shale gas di 32 negara. Data yang dikeluarkan IEA ini sangat penting, karena EIA yang pertama kali mempublikasikannya. Estimasi awal secara teknis recover resources shale gas yang telah diteliti EIA pada 32 negara sebesar 6.622 trillioncubic feet, dimana Amerika menyumbang 862 trillioncubic feet.

Berikut urutan negara-negara yang memiliki potensi shale gas yang paling besar diantaranya: Cina, Amerika Serikat, Argentina, Mexico, Afrika Selatan, Kanada, Libya, Algeria, Brazil, Polandia, Prancis, Norwaygia, Cili, India, Paraguay, Pakistan, Bolivia, Ukraina, Swedia, Denmark, Uruguay, Inggris, Kolombia,Tunisia, Belanda, Turki, Venezuela, Maroko, Jerman, Sahara Barat, Lithuania, Mauritania.

Data shale gas pada negara yang dikeluarkan EIA tidak sertamerta dapat dimanfaatkan potensinya, karena ada beberapa negara tidak memiliki teknologi maupun masih belum mengetahui cara memanfaatkan shale gas, padahal yang diprediksikan akan mengguncang tatanan mapan energi dunia yang selama ini masih mengandalkan minyak dan batubara.

Selain EIA, pada saat ini juga ada upaya untuk mengembangkan penelitian yang lebih rinci untuk mendapatkan data Shale Gas yang lebih detail oleh sejumlah negara yang memiliki sumberdaya Shale Gas, dengan bantuan sejumlah agen federal AS di bawah naungan Global Shale Gas Initiative (GSGI ).
(AR, sumber EIA)
Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.