DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Inisiatif Medco dalam konversi BBM ke BBG

29 April 2011 Berita

Pemerintah seharusnya dapat menghemat subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jika  mulai memanfaatkan produksi gas nasional dan mengembangkan Compress Natural Gas (CNG) terutama untuk transportasi. Saat ini, bahkan Indonesia belum memiliki standar spesifikasi kimiawi gas untuk transportasi, serta belum lagi jelas pihak mana yang akan bertanggungjawab mengontrol kualitas dan mutu BBG. Ini mengemuka dalam rapat-rapat internal di Dewan Energi Nasional, bahwa kualitas gas yang diterima BLU Transjakarta dari SPBG PGN dengan SPBG Pertamina, berbeda. Dimana untuk gas dari salah satu SPBG tersebut mengandung minyak dan oli, yang ditemukan terakumulasi pada mesin Daewoo BLU Transjakarta.

 

 

Namun terdapat secercah harapan, dimana baru-baru ini, MEDCO E&P Indonesia memiliki inisiatif untuk menandatangani suatu MoU dengan  Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM), terkait dengan standardisasi-standarisasi BBG khususnya CNG serta peralatan CNG pada kendaraan tranportasi. MoU dilakukan langsung oleh Dekan FT, Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D. yang juga adalah anggota Dewan Energi Nasional dari unsur pemangku kepentingan, dan Direktur Utama MEDCO E&P, Ir. Budi Basuki, M.M., di Jakarta, Selasa, 26 April 2011. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh, dan Menteri Lingkungan Hidup, Gusti M. Hatta.

Kajian standarisasi akan dilakukan dengan melakukan benchmarking dengan standar-standar dari negara-negara yang telah dengan sukses menjalankan program BBG untuk transportasi, khususnya India.

Seperti diketahui, bahwasanya beberapa anggota DEN baik dari unsur pemangku kepentingan maupun unsur pemerintah, juga telah melakukan kunjungan benchmarking ke India beberapa bulan lalu, dimana ditemui bahwasanya pemerintah India telah berperan aktif dalam inisiasi program konversi BBM ke BBG untuk sektor transportasi, diantaranya

-       Mandatory act untuk fuel switching dari BBM ke BBG

-       Pemerintah memfasilitasi industri turunan seperti converter kit manufacturer, compressor, meter kits, dst.

-       Formulasi pricing BBG yang tepat

-       Penyiapan program pendukung; seperti Inspection & Maintenance program, atau program pendirian dan penunjukan bengkel-bengkel untuk pemeliharaan kendaraan-kendaraan berbahan bakar gas.

Kajian standarisasi yang diinisiasi oleh MEDCO E&P Indonesia diharapkan menjadi tonggak berkembangnya inisiatif-inisiatif lain baik dari industri maupun pemerintah, yang akan mengakomodir penggunaan gas untuk transportasi, dan pada akhirnya memberi nilai tambah bagi gas Indonesia, sekaligus pengurangan subsidi BBM yang setiap tahunnya membebani APBN.

(Siti Mariani)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.