DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Implementasi RUED Provinsi: Harapan dari PLTS Atap

17 Juni 2020 Berita

Sekretariat Jenderal DEN menyelenggarakan rapat implementasi RUED Provinsi melalui virtual bersama dengan para Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral seluruh Indonesia (17/6). Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi sebagai narasumber rapat serta lebih dari 30 perwakilan Pemerintah Daerah sebagai peserta rapat.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap sebagai salah satu alternatif energi baru terbarukan. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) mengamanatkan program pemanfaatan sel surya sebagai berikut. Pertama, memberlakukan kewajiban pemanfaatan sel surya minimum sebesar 25% dari luas atap bangunan rumah mewah, kompleks perumahan, apartemen, melalui Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kedua, Memberlakukan kewajiban pemanfaatan sel surya minimum sebesar 30% dari luas atap untuk seluruh bangunan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Dalam paparannya, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur EBTKE, L.N Puspa Dewi menyampaikan bahwa terdapat beberapa persyaratan bagi konsumen yang ingin melakukan pembangunan dan pemasangan sistem PLTS atap diantaranya wajib memiliki Izin Operasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagalistrikan. Sesuai dengan Permen ESDM No. 12/2019 bahwa yang diwajibkan memiliki Izin Operasi adalah PLTS untuk kepentingan sendiri dengan kapasitas diatas 500 kVA, sedangkan apabila kapasitas dibawah 500 kVA hanya diperlukan wajib lapor. Pembangkit tenaga listrik untuk kepentingan sendiri dengan total kapasitas sampai dengan 500 kVA dalam satu sistem instalasi tenaga listrik dinyatakan telah memenuhi ketentuan, maka wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO). Untuk alur proses permohonan PLTS Atap secara garis besar dapat dilakukan melalui proses permohonan dari pelanggan, kemudian dilakukan evaluasi dan verifikasi oleh PLN, pembangunan dan pemasangan PLTS Atap oleh Badan Usaha, penerbitan SLO oleh Lembaga Inspeksi Teknis, dan terakhir penyediaan dan pemasangan meter kWh ekspor-impor oleh PLN.

Indonesia sebagai Negara yang sangat luas dan berada di wilayah dengan iklim tropis tentunya membuat Indonesia menjadi salah satu Negara dengan sumber daya surya yang sangat besar. Dalam RUEN, potensi Energi Surya di Indonesia mencapai lebih dari 200 GW sedangkan hingga saat ini pemanfaatan potensi tersebut baru mencapai 157 MW tentunya hal tersebut menjadi sebuah harapan bagi pemanfaatan sumber daya energi baru terbarukan di Indonesia. (teks: CTA)

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.