DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Webinar Permasalahan, Tantangan, dan Kebijakan Sektor Energi Menuju SDGs di Era New Normal

23 Juli 2020 Berita

Air, pangan, dan energi merupakan kebutuhan fundamental yang harus dijamin ketersediaannya agar sebuah bangsa dapat melangsungkan aktivitas di berbagai sektor kehidupan.

Terjangan pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, sangat mempengaruhi kemampuan pemerintah dalam upaya menjamin kebutuhan air, pangan, dan energi secara nasional, baik di masa saat ini maupun dalam periode new normal.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Asia Pacific Centre for Ecohydrology UNESCO Category II Centre menyelenggarakan webinar dengan tajuk Water, Food, & Energy Security towards SDGs in New Normal Era (23/7/2020).

Webinar dibuka oleh Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, ia menyampaikan webinar ini sebagai media untuk memahami bagaimana hubungan air, pangan, dan energi dalam pembangunan berkelanjutan selama dan pasca pandemi, serta LIPI senantiasa terbuka untuk riset, Sumber Daya Manusia, dan peralatan riset untuk digunakan bersama.

Pada kesempatan ini, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sugeng Mujiyanto menjadi narasumber pada webinar tersebut dengan menjelaskan mengenai Permasalahan, Tantangan dan Kebijakan Sektor Energi Menuju SDGs di Era New Normal.

Sugeng menjelaskan kemandirian energi dicapai dengan menjadikan energi sebagai modal pembangunan dan mengoptimalkan pemanfatan energi, untuk pembangunan ekonomi nasional, penciptaan nilai tambah di dalam negeri, dan penyerapan tenaga kerja.

Untuk mewujudkan kemandirian energi nasional dengan potensi yang dimiliki Indonesia dan perkembangan teknologi yang meningkat pesat, Sugeng pun mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti melalui pembangkit listrik EBT seperti tenaga surya dan bahan bakar yang ramah lingkungan melalui bio energi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Alfianto Ruddyard mengatakan bahwa COVID 19 telah merubah pola kerja dan interaksi semua negara, yang tidak hanya menghadapi darurat kesehatan tapi juga ekonomi sosial untuk itu diperlukan tindakan tegas dalam berbagai kemitraan global untuk bersama-sama pulih, menjaga kestabilan perdagangan, dan melindungi kaum rentan.

Pelajaran yang dapat dipetik dari Jepang disampaikan Profesor Universitas Kyoto Yasuto Tachikawa, ia sampaikan bahwa meningkatnya kerentanan terhadap bencana terkait air karena meningkatnya frekuensi bahaya alam, populasi masyarakat yang menua, dan infrastruktur yang juga menua, serta COVID 19, untuk itu dibutuhkan peningkatan kesiapsiagaan bencana dengan memprediksi banjir yang akan terjadi.

Webinar dihadiri oleh berbagai narasumber yaitu LIPI, Asia Pacific Centre for Ecohydrology UNESCO Category II Centre, Kementerian Pertanian, Kementerian Luar Negeri, Universitas Kyoto Jepang, Universitas Canberra Australia, dan Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.