DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Pembahasan R-Permen Tata Cara Tindakan Penanggulangan Krisdaren

24 Juli 2020 Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) memimpin pembahasan mengenai substansi Rancangan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang Tata Cara Tindakan Penanggulangan Krisis Energi dan/ atau Darurat Energi (Krisdaren)(24/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Djoko menyampaikan bahwa pembahasan ini sangat penting sebagai implementasi Peraturan Presiden (Perpres) No. 41 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisdaren, untuk itu perlu dibahas secara cermat sebelum ditetapkan menjadi Permen.

Kronologis penyusunan dan urgensi R-Permen disampaikan oleh Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi Ediar Usman, ia mengungkapkan R-Permen Krisdaren masuk ke dalam Program Prioritas Penyusunan Legislasi dan Regulasi Kementerian ESDM Tahun 2020.

Sedangkan, urgensi R-Permen antara lain menjabarkan tugas dan tanggung jawab Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Badan Usaha dalam melakukan mitigasi serta melakukan tindakan penanggulangan ketika terjadi Krisdaren dan mencegah perluasan eskalasi dampak, melalui tindakan penanggulangan secara cepat, tambah Ediar.

Sementara itu, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sugeng Mujiyanto menambahkan bahwa R-Permen ini perlu memperhatikan batasan wilayah untuk penetapan kondisi Krisdaren, mengingat batasan wilayah akan berdampak pada potensi frekuensi kondisi Krisdaren.

Djoko menutup dengan menyatakan akan melaporkan dan meminta arahan lebih lanjut kepada Menteri ESDM mengenai penyusunan R-Permen tentang Tata Cara Tindakan Penanggulangan Krisdaren tersebut.

Hadir pada pembahasan R-Permen Krisdaren yaitu Pejabat Administrasi, Pejabat Fungsional, dan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal DEN.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.