DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

India akan memimpin dalam pertumbuhan konsumsi teknologi solar

05 Mei 2011 Berita

Jerman, Italia, dan Spanyol mungkin saat  ini merupakan pusat-pusat produsen  panel solar, tetapi dalam lima tahun, suatu grup baru negara-negara yang dipimpin oleh India akan muncul sebagai peodusen dan konsumen terkemuka teknologi surya, demikian menurut analis.

Analis sel surya dari Lux Research, Ted Sullivan kemarin meramalkan bahwa India, Afrika Selatan, Rusia, Brasil, Meksiko, dan Inggris merupakan negara-negara yang paling baik dalam menciptakan permintaan pasar untuk panel solar setaraf gigawatts.

Tahun lalu, Jerman dan Italia mewakili sekitar dua-pertiga pasar panel solar, namun pertumbuhan panel solar di negara-negara tersebut diprediksi akan stagnan tahun ini akibat penyesuaian subsidi. Disamping itu juga, sekali pendistribusian panel solar mencapai penetrasi tertentu, akan sulit bagi operator grid untuk menjaga stabilitas tanpa grid storage.

Jepang, Amerika Serikat, dan China adalah juga pasar besar, mewakili sekitar empat gigawatts kapasitas terpasang tahun lalu. Namun karena pertanyaan subsidi dan penetrasi solar dalam grid, pertanyaan darimana permintaan partai besar akan berasal setelah tahun 2011, masih belum jelas jawabannya kata Sullivan.

Dengan menurunkan biaya produksi panel solar dan mengubah peraturan dengan memberlakukan pricing sesuai waktu-penggunaan, di mana biaya listrik pada saat beban puncak di-set lebih mahal, bisa membuat solar lebih menarik di negara-negara berkembang seperti Meksiko atau Brazil, katanya. Di India, produksi solar mungkin akan perlu dibarengi dengan produksi storage baterai untuk aplikasi off-grid agar dapat bertahan, ia menambahkan.

Bahkan jika dengan potensi perkembangan beberapa pasar yang besar, Sullivan mengatakan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terwujud. Dalam lima tahun, ia memperkirakan sepertiga dari 32 gigawatt kapasitas terpasang akan berada di negara-negara yang saat ini memiliki daya panel solar kecil.

(Sumber:
Martin LaMonica)-SM

Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.