DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Menguji Ketahanan Energi Indonesia saat Pandemi

29 Juli 2020 Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menjadi pembicara dalam Webinar bertajuk Menguji Ketahanan Energi Indonesia saat Pandemi yang diselenggarkaan oleh IDX Channel (29/7/2020).

Djoko menyampaikan dalam hal sisi produksi, walaupun masih sedikit penurunan dalam tren produksi bulanan, namun kinerja Pemerintah per semester masih di atas target. Sedangkan produksi dari kilang BBM dalam negeri sempat menurun. Hal tersebut terjadi karena BBM ada oversuplai, akibat penjualan BBM mengalami penurunan serta harga minyak yang sempat turun selama masa pandemi.

Ditambahkan adanya PSBB menyebabkan aktifitas masyarakat, bisnis & industri menurun, sehingga menurunkan konsumsi energi, khususnya BBM dan listrik, sementara di satu sisi cadangan meningkat.

Selain itu, Djoko juga menyebutkan beberapa strategi pemerintah dalam hal menjamin ketersediaan energi saat pandemi adalah dengan tetap mempertahankan tingkat produksi migas nasional, serta memastikan kontinuitas proyek migas, menjaga ketersediaan stok BBM dan LPG pada level yang aman, dan memastikan pengoperasion pembangkit listrik baru, untuk menjaga reserve margin dan mengantisipasi kenaikan konsumsi listrik dalam masa new normal.

Di lain sisi, pemanfaatan EBT saat ini masih tertekan oleh pemanfaatan energi fosil sehingga pencapaiannya pada tahun 2019 sebesar 9,15%, masih di bawah target RUEN sebesar 12,2%.

Pertamina melalui kilang Dumai berhasil mengembangkan D100. D100 adalah istilah untuk 100 persen green diesel yang diolah dari minyak sawit dengan katalis. Saat ini masih dalam proses uji coba. Hal ini tentu akan membantu menurunkan emisi dan menjadi ramah lingkungan.

Pengembangan D100 merupakan salah satu strategi Pemerintah untuk mencapai target bauran energi primer pada tahun 2025 sebesar 23% sebagaimana yang diatur dalam Perpres No. 22/2017 tentang RUEN.

Pemerintah juga terus mengembangkan program strategis lainnya dalam hal pemberian akses energi kepada masyarakat 3T yaitu dengan program BBM 1 Harga, program PLTS di daerah 3T dan pengembangan energi berbasis energi angin, air dan panas bumi.

Sementara pembicara lainnya, Direktur Eksekutif Energi Watch Mamit Setiawan mengatakan dengan diterbitkannya Perpres No. 22/2017 tentang RUEN, permasalahan ketahanan energi nasional dapat dipecahkan bersama dengan syarat yaitu peran aktif dan komitmen Pemerintah bersama dengan BUMN, Swasta dan Stakeholders terkait.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.