DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Webinar Indonesia 2050 Long Term Low GHG Emission Development Strategy

11 Agustus 2020 Berita

Bentuk implementasi Paris Agreement yang menjadi komitmen Indonesia dalam upaya global menghadapi perubahan iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai National Focal Point untuk UNFCCC akan menyusun dokumen Indonesia 2050 Long Term Low GHG Emission Development Strategy.

Untuk itu, KLHK mengadakan webinar dengan tema Indonesia 2050 Long Term Low GHG Emission Development Strategy (11/8) yang dibuka oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Ruandha Agung  Sugardiman.

Webinar tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Emma Rachmawaty, Pakar Manajemen Resiko Iklim, Adaptasi & Mitigasi Perubahan Iklim IPB Rizaldi Boer, serta berbagai Kementerian/ Lembaga dan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Ruandha menjelaskan bahwa webinar ini untuk menyamakan persepsi dalam penyusunan dokumen dan menjaring masukkan dari para pemangku kepentingan terkait pencegahan perubahan iklim.

Pada kesempatan itu, Djoko menyampaikan bahwa dalam target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), bauran energi sebesar 23% pada tahun 2025 untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) dan 31% pada tahun 2050.

Sementara itu, Emma menjelaskan sudah ada beberapa negara yang mensubmit LTS, di antaranya dari Asia yaitu Jepang dan Singapura.

Sedangkan, Rizaldi menyampaikan penurunan emisi signifikan di semua sektor melalui penerapan teknologi, perubahan perilaku, dan meningkatkan investasi untuk opsi rendah karbon

Djoko pun menambahkan tantangan dalam mencapai target RUEN adalah pada pengembangan geotermal, masih adanya pembebasan lahan yang tumpang tindih sehingga perlu dilakukan dorongan yang dibantu oleh Kementerian LHK untuk dapat memenuhi target tersebut.

Dengan adanya webinar ini diharapkan akan menghasilkan dokumen Indonesia 2050 Long Term Low GHG Emission Development Strategy yang komperehensif dan melibatkan berbagai aspek serta tetap sesuai target yaitu pada tahun 2020.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.