DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

PELANTIKAN PEJABAT ESELON SATU DI LINGKUNGAN KESDM

07 Mei 2011 Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, Jumat (6/5) melantik Pejabat Struktural Eselon I di lingkungan Kementerian ESDM (KESDM). Pengangkatan Pejabat Struktural Eselon I tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 85/M Tahun 2011 tanggal 21 April 2011. Pejabat Struktural Eselon I yang dilantik yaitu Dr. Ir. Thamrin Sihite, M.E. sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara jabatan sebelumya Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan ESDM, jabatan yang ditinggal Thamrin Sihite tersebut diisi Mochamad Teguh Pamudji, S.H., M.H. sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan ESDM sebelumnya  Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Sosial Kemasyarakatan, sedangkan Ir. Ronggo Kuncahyo, M.M. sebagai Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Sosial Kemasyarakatan sebelumnya Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan pada Kementerian ESDM pada Kementerian ESDM.


Dalam sambutannya Menteri ESDM, menyampaikan bahwa  peran strategis batubara dalam pemenuhan energi nasional perlu terus ditingkatkan, khususnya pemanfaatan batubara dengan teknologi yang ramah lingkungan. Tingginya harga minyak telah menyebabkan batubara memiliki posisi strategis untuk pemenuhan energi, baik di tingkat nasional, regional maupun global.


Selanjutnya Menteri menjelaskan, bahwa peran batubara dalam pemenuhan energi nasional terus mengalami peningkatan dari 41 juta ton pada tahun 2005 menjadi 67 juta ton pada tahun 2010. Sementara itu, dalam bauran energi nasional, proporsi batubara pada tahun 2005 sebesar 19% dan menjadi 23% pada tahun 2010. Proporsi ini ditargetkan terus meningkat mencapai 33% di tahun 2025.


Menteri ESDM berpesan kepada Dirjen Minerba yang baru, bahwa tantangan ke depan pengelolaan batubara antara lain adalah cadangan batubara akan habis dalam waktu 80 tahun. Hal ini mengacu pada jumlah cadangan sebesar 21,13 miliar ton dan tingkat produksi sebesar 275 juta ton per tahun untuk tambang terbuka.


Tantangan lain, saat ini batubara masih dipandang secara konvensional, yakni hanya sebagai sumber penerimaan negara. “Untuk itu perlu diupayakan agar batubara dapat dipandang sebagai andalan energi primer yang ekonomis bagi kegiatan produksi di Indonesia.

 

Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.