DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Panas Bumi

07 Oktober 2020 Berita

Upaya optimalisasi sumber daya panas bumi terus didorong oleh Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Energi Nasional (DEN), salah satunya pembahasan pemanfaatan sumber daya panas bumi melalui konferensi video (07/10/2020).

Dalam kesempatan ini, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sugeng Mujiyanto menjelaskan bahwa tujuan pembahasan sebagai penyiapan bahan rekomendasi hasil sinkronisasi kebijakan pemanfaatan sumber daya panas bumi untuk mencapai target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terkait Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 7,2 GW di tahun 2025.

Hal serupa disampaikan Kepala Biro Umum Mustika Pertiwi bahwa untuk mencapai target RUEN tersebut perlu adanya upaya yang dilakukan seoptimal mungkin dalam pengembangan panas bumi di tanah air.

Tantangan pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan capacity factor bagus umumnya terletak di derah konservasi yang jauh dari pusat beban, sehingga membutuhan waktu relatif lama dalam pembangunan akibat kendala perizinan, geografis, dan kahar (longsor), ujar Kepala Sub Direktorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan Husni Safruddin.

Senada dengan Husni, Kepala Bidang Panas Bumi Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi Badan Geologi Arif Munandar menyampaikan kegiatan bisnis panas bumi pada tahap eksplorasi memiliki profil resiko yang tinggi, namun resiko tersebut dapat berkurang seiring dengan tahapan pengembangan.

Sementara itu, optimasi skema kerja bisnis untuk mengembangkan kelayakan usaha dilakukan PT Geo Dipa Energi (Persero) dengan optimasi 1 sinergi BUMN (buyer dan seller) dan optimasi 2 sinergi kemitraan dengan swasta, disampaikan Direktur Operasi dan Pengembangan Niaga PT Geo Dipa Energi (Persero) Dodi Herman.

Percepatan yang direncanakan oleh PT Pertamina Geothermal Energy pada tahun 2022 – 2023 dengan power wheeling untuk menciptakan demand dan quick win uap di kepala sumur, ujar Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tafif Azimudin.

Adapun, strategi percepatan pengembangan panas bumi antara lain penyiapan skema insentif atau pengaturan tarif yang mempertimbangkan keekonomian proyek PLTP, melakukan eksplorasi panas bumi hingga pengeboran dalam rangka peningkatan kualitas data wilayah panas bumi yang akan ditawarkan kepada badan usaha, dan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diungkap Direktur Panas Bumi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Ida Nuryatin Finahari.

Pembahasan yang dihadiri oleh Setjen DEN, Ditjen EBTKE, Ditjen Ketenagalistrikan, Badan Geologi, PT Geo Dipa Energi (Persero), dan PT Pertamina Geothermal Energy ditutup Sugeng dengan menyampaikan bahwa sumber daya panas bumi merupakan energi terbarukan yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan sehingga perlu ada upaya-upaya yang berkesinambungan dan didukung oleh semua pihak untuk mencapai target RUEN dalam pengembangan panas bumi tersebut.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.