DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Penggunaan Air untuk Energi Panas Bumi di Kawasan Hutan Lindung

16 Oktober 2020 Berita

Undang-Undang No 17 thn 2019 tentang Sumber Daya Air Pasal 33 menjelaskan setiap orang dilarang melakukan pendayagunaan sumber daya air di kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

Panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan serta bersifat insitu dimanfaatkan untuk memenuhi target bauran energi terbarukan KEN / RUEN sebesar 23% pada tahun 2025 sebagaimana diamanatkan peraturan perundangan.

Sumber daya panas bumi yg berada di kawasan konservasi memanfaatkan air dan ini berpotensi melanggar Undang-Undang dimaksud.

Sekjen DEN Djoko Siswanto dalam Pembahasan Penggunaan Air untuk Energi Panas Bumi di Kawasan Hutan Lindung (16/10/2020) secara daring menjelaskan bahwa pemanfaatan panas bumi untuk listrik mengambil energi dari panas yg berupa fasa uap ataupun fasa cair dari reservoir fluida pada kedalaman 1000 - 2000 m yg fluida cair (air) tersebut tidak dimanfaatkan oleh manusia untuk kehidupan sehari-hari dan setelah energi dimanfaatkan fluida cair diinjeksikan kembali ke reservoir. Air pendingin yg diperlukan tidak dibuang ke lingkungan.

Pemanfaatan air pada kegiatan eksploitasi panas bumi bersifat close circuit (sistem tertutup).

Selain itu pemegang konsesi panas bumi juga senantiasa menjaga zona resapan agar sustainable.

Dewan Sumber Daya Air Nasional akan memberikan rekomendasi penyelesaian terhadap permasalahan ini.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.