DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Sosialisasi Rencana Umum Energi Aceh

20 November 2020 Berita

Rencana Umum Energi Aceh (RUEA) telah ditetapkan dalam Qonun No. 4 Tahun 2019 tentang RUEA sebagai penjabaran Peraturan Presiden No. 22 tahun 2017 ttg Rencana Umum Energi Nasional.

RUEA adalah kebijakan pemerintah Aceh mengenai pengelolaan energi Aceh yang memberikan arahan tentang pengelolaan sistem energi di Aceh untuk pembangunan wilayah Aceh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tengah Arslan Abd Wahab menyambut baik sosialisasi RUEA yang diselenggarakan Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Aceh di Aceh Tengah (18-19/11/2020), dan berharap pengelolaan energi yang lebih baik, salah satunya dengan transisi energi dari energi fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT).

Dalam kesempatan ini, Kepala Biro Hukum Setda Aceh yang diwakili Kepala Bagian Peraturan Perundang-Undangan Muhammad Junaidi menyampaikan energi memiliki peran strategis dan mendukung ketahanan energi Aceh, maka pengelolaannya harus berkeadilan, berkelanjutan, optimal, dan terpadu dengan mempertimbangkan potensi daerah.

Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan yang diwakili oleh Nanang Kristanto menyampaikan visi pengelolaan energi adalah terwujudnya pengelolaan energi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan dengan memprioritaskan pengembangan energi terbarukan, dan konservasi energi dalam rangka mewujudkan kemandirian, dan ketahanan energi nasional.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas ESDM Aceh Dedi Muhamad Roza menjelaskan sasaran dalam RUEA antara lain tercapainya bauran EBT tahun 2025 sebesar 25,5% dan tahun 2050 sebesar 41,3%, tercapainya rasio elektrifikasi sebesar 100% pada tahun 2022, dan tercukupinya depo LPG yang tersebar di Kabupaten/ Kota di Aceh.

Tujuan sosialisasi RUEA adalah untuk menyebarluaskan pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan mengenai RUEA dan kaitannya dengan berbagai hal lain dalam pembangunan Aceh dan dihadiri oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Badan Usaha Milik Aceh, dan PLN. (TR).

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.