DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Penyiapan data Perhitungan Bauran Energi Daerah

20 November 2020 Berita

Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional melakukan koordinasi dalam rangka Rapat Teknik Penyiapan Data Perhitungan Bauran Energi Daerah di Semarang (19/11/2020). Salah satu sasaran dalam pencapaian pengelolaan energi sebagaimana tercantum dalam UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi dan PP No. 79 Tahun 2014 tentang KEN adalah tercapainya bauran energi yang optimal. Untuk itu, Setjen DEN melakukan koordinasi teknis dengan unit – unit terkait dalam rangka persiapan perhitungan bauran energi daerah.

Rapat dipimpin oleh Kepala Biro Fasilitasi Penanggulangan Krisis dan Pengawasan Energi, Ediar Usman. Hadir dalam kesempatan ini Perwakilan DItjen Ketenagalistrikan, Area Head PT. PGN Semarang serta secara daring Staf Ahli SKK Migas, Kepala Biro Umum Setjen DEN, Kasubdit Pemantauan Cadangan dan Pengelolaan Informasi BBM BPH Migas, Perwakilan Ditjen Minerba, Perwakilan Pusdatin ESDM, perwakilan dari Dinas ESDM Jawa Tengah, serta perwakilan dari Sekretariat PT. Pertamina, PT. PLN, PT. PGN, dan Pertagas.

Ediar menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan data penyediaan dan pemanfaatan energi tiap provinsi untuk perhitungan bauran energi daerah tahun 2019 & semester 1 tahun 2020 serta penyeragaman metodologi perhitungan bauran energi di setiap daerah. Setjen DEN telah melakukan simulasi perhitungan bauran energi daerah yang nantinya diharapkan menjadi model dalam metode perhitungan bagi daerah. Setjen DEN juga memaparkan metode perhitungan bauran energi dan data yang dibutuhkan dalam perhitungannya. Sebagai informasi, hingga saat ini telah ditetapkan 19 Perda tentang Rencana Umum Energi Daerah dan Provinsi Jawa Tengah sedang melakukan perhitungan bauran energi provinsi, dan ke depan diharapkan setiap daerah menggunakan metodologi serta basis data yang akurat untuk penyempurnaan hasil perhitungan bauran energi daerah.

Perwakilan Ditjen Migas menyampaikan capaian migas nasional dan per provinsi tahun 2019 dan Semester I 2020. Secara umum dipaparkan mengenai cadangan migas nasional, profil produksi, produksi kilang, penjualan BBM dan LPG, serta cadangan operasional BBM dan LPG. Diungkapkan bahwa demand untuk produk kilang menurun akibat adanya pandemic Covid-19. Diharapkan data yang disampaikan oleh Ditjen Migas dapat bermanfaat untuk perhitungan bauran energi nasional dan daerah.

Sementara itu, perwakilan dari BPH Migas menyampaikan data konsumsi BBM tahun 2019 dan Semester I 2020. Dalam kesempatan ini dipaparkan kuota dan realisasi Jenis BBM tertentu dan Jenis BBM khusus penugasan. Sedangkan perwakilan dari PT. Pertamina menyampaikan data penjualan BBM dan LPG tahun 2019 dan Semester I tahun 2020. Disampaikan pula bahwa pada tahun 2020, Pertamina mengalami triple crises, yaitu penurunan harga, penurunan konsumsi, dan penurunan penjualan. Pada tahun 2020 terjadi penurunan penjualan produk BBM ritel dibandingkan di tahun 2019 yang disebabkan adanya pandemic COVID-19 dan lockdown di beberapa daerah sehingga pembelian masyarakat terhadap produk BBM mengalami penurunan. Di sisi lain, penjualan produk BBM industri cenderung sama dengan di tahun 2019, sama halnya dengan penjualan produk LPG tahun 2020 yang relatif sama dengan tahun sebelumnya.

Perwakilan PT. PGN memaparkan realisasi niaga gas bumi dari PGN Group. Disampaikan bahwa realisasi niaga gas bumi juga mengalami penurunan di tahun 2020 akibat adanya pandemic Covid-19. Ditjen Minerba yang diwakili oleh Kepala Seksi Perencanaan Produksi Mineral dan Batubara memaparkan tentang produksi dan DMO batubara nasional, serta realisasi DMO nasional dan per provinsi. Tantangan dalam pengumpulan data batubara sector industri antara lain ketersediaan data dari Kementerian terkait tidak memadai.

Pada kesempatan ini, perwakilan Ditjen Gatrik KESDM dan PT. PLN menyampaiakan bauran energi pembangkit listrik dan realisasi pemakaian bahan bakar untuk pembangkitan di tahun 2020. Perwakilan dari PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa secara total, realisasi penyerapan gas baik melalui pipa maupun LNG pada tahun 2019 sebesar 480 ribu BBTU dan pada tahun 2020 hingga bulan Oktober sebesar 198 ribu BBTU. Selain itu, penyerapan batubara untuk pembangkit PLN hingga bulan Oktober 2020 adalah sebesar 87,8 juta ton. Direncanakan PLN akan menyerap 63 juta ton batubara untuk pembangkit listriknya pada tahun 2021.

Lebih lanjut, perwakilan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa pihaknya telah menghitung bauran energi daerah untuk tahun 2019. Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan data dukung untuk perhitungan bauran energi daerah tahun 2020.

Ediar menutup jalannya rapat dengan mengucapkan terima kasih atas kerja sama berbagai pihak terkait yang telah memberikan informasi yang sangat bermanfaat dalam rangka perhitungan bauran energi daerah. Selanjutnya dibutuhkan koordinasi secara kontinu dan penjabaran data yang bersifat regional agar perhitungan bauran energi daerah dapat terlaksana dengan baik.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2020 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.