DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Kebijakan Pertambangan dan Energi Indonesia

05 Desember 2020 Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menjadi narasumber pada acara Refleksi Akhir Tahun Kebijakan Pertambangan dan Energi Indonesia yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya melalui daring (5/12/2020). Acara ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengembangan energi Indonesia saat ini sekaligus memrefleksikan dengan negara-negara lainnya dalam hal pengelolaan energi baru dan terbarukan.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi (Impor Dependency) telah mengganggu neraca perdagangan Indonesia terutama impor minyak mentah (crude oil) sebagai bahan baku kilang, bensin dan LPG. Saat ini hampir 80% kebutuhan bensin berasal dari impor, begitu pula dengan LPG yang sebagian besar (sekitar 77%) masih diimpor. Di sisi lain Indonesia mempunyai energi yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yaitu batubara, gas dan Energi Baru dan Terbarukan.

Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal EBTKE KESDM mengatakan pada saat ini target EBT dalam Perpres RUEN masih belum tercapai, dalam bauran energi primer pada tahun 2019 baru mencapai 9.15% dari target 12.12%. Pada semester I tahun 2020 telah mencapai 10.9% dari target 13.42%, kami berharap angka 10.9% dapat meningkat pada akhir tahun 2020. Bauran EBT ditargetkan tahun 2025 sebesar 23% dan di tahun 2050 sebesar 31%. Di samping itu, Pemerintah terus mendorong secara optimal pemanfaatan EBTKE kedepannya sesuai dengan arahan Presiden R.I.

Djoko Siswanto, Setjen DEN mengatakan bahwa pada tahun 2014 pemerintah telah menerbitkan PP 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang merupakan acuan pengelolaan energi di Indonesia sampai tahun 2050. KEN berisi target-target kondisi energi yang diharapkan pada tahun 2025 dan tahun 2050. Selanjutnya sebagai pedoman pelaksanaannya, pada tahun 2017 diterbikan Pepres 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), yang berisi penjelasan kegiatan dan program yang harus dilaksanakan untuk mencapai target dalam KEN. RUEN juga dilengkapi oleh lampiran matriks RUEN yang menjabarkan program kegiatan yang akan dilakukan oleh Kementerian atau Lembaga terkait. Dalam matriks RUEN terdapat 59 strategi, 124 program dan 383 kegiatan yang tiap tahun dipantau pelaksanaanya oleh DEN.

Djoksis juga menambahkan pada tahun 2020 terdapat beberapa target dalam RUEN yang sudah tercapai seperti campuran BBN dalam minyak solar (biodiesel) yang sudah mencapai 30%. Saat ini terus dilakukan penelitian dan percobaan untuk biodiesel diatas 30% dan telah dihasilkan D100. Selain itu, saat ini 19 provinsi telah mempunyai RUED yang ditetapkan melalui PERDA, diharapkan 15 provinsi lainnya dapat menyelesaikan Perda RUED di tahun 2021 mendatang yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur terkait energi bersih, kewajiban pemasangan solar cell pada IMB bangunan baru, kompor listrik serta kendaraan listrik.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.