DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Ketergantungan Jepang terhadap tenaga nuklir dalam pemenuhan kebutuhan listrik.

11 Mei 2011 Berita
Jepang memiliki sumberdaya energi domestik yang terbatas, dan mengimport  batubara, minyak mentah, dan liquefied natural gas dalam jumlah yang signifikan. Pada 2009, 27% tenaga listriknya  dipasok dari energi nuklir. Dari 2000 ke 2009, kontribusi energi nuklir untuk pembangkitan tenaga listrik di Jepang stabil pada 19%-20%.
 
Pada 2009, 63% dari total pembangkit listrik di Jepang berasal dari  batubara dan gas alam, 27% dari nuklir, 8% dari hydro, dan 2% dari energi terbarukan lainnya. Jepang adalah negara pengguna energi nuklir ke-3 terbesar dunia, setelah USA dan Perancis dengan total kapasitas pembangkit listrik terpasang sebesar 280 GW.
 
Sebelum gempa dan tsunami pada 11 Maret 2011, Jepang memiliki 54 reaktor nuklir yang beroperasi dengan total kapasitas terpasang sebesar 49GW. Pemerintah Jepang berencana untuk meningkatkan share pembangkit listrik tenaga nuklir dari pembangkit total, dari 27% pada 2009 ke 40% pada 2017 dan menjadi 50% pada tahun 2030.
 
Walaupun Jepang konsumen listrik terbesar di Asia, berdasarkan hasil proyeksi oleh Federation of Electric Power Companies of Japan, dengan rata-rata per tahun 0,7% dari 2007 hingga 2018, Jepang merupakan salah satu negara dengan peningkatan kebutuhan listrik yang terendah di Asia. (Sumber: U. S. Energy Informastion Administration-International Energy Agency, ED)
 
Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.