DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Workshop Perencanaan Energi Nasional

14 Januari 2021 Berita

Jakarta, 13/1/2021. Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Energi Nasional (DEN) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan Workshop Perencanaan Energi Nasional secara daring yang dihadiri Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan, Kemenko Marves, Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, BPH Migas, SKK Migas, PLN, dan Pertamina.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto yang diwakili Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Sugeng Mujiyanto menjelaskan workshop ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang program dan kegiatan ke depan untuk mendukung terwujudnya visi dan misi terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Lebih lanjut, Sugeng juga menyampaikan Grand Strategi Energi Nasional, dimana solusi dalam mengatasi tantangan pengelolaan energi nasional antara lain dengan meningkatkan produksi crude oil 1 juta bopd dan akuisisi lapangan minyak luar negeri untuk kebutuhan kilang, meningkatkan kapasitas kilang BBM, dan mengoptimalkan pemanfataan gas bumi (seperti BBG utk transportasi dan gas untuk industri).

Dukungan disampaikan oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK yang diwakili Direktur Monitoring KPK Agung Yudha Wibowo, ia menjelaskan KPK akan selalu mendukung, memastikan program Pemerintah dapat terlaksana dengan lancar dan aman, mampu memberikan manfaat sesuai dengan harapan dan regulasi yang ada melalui pelaksanaan tugas pokok.

Direktur Sumber Daya Energi, Mineral dan Pertambangan Kementerian PPN/ Bappenas Yahya Rachmana Hidayat menyampaikan peningkatan ketahanan energi dilakukan dengan paradigma energi sebagai modal pembangunan antara lain melalui peningkatan peran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ditingkatkan menjadi 30% pada tahun 2045, dan pembangkit tenaga listrik ditingkatkan menjadi lebih dari 430 GW.

Senada, Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM Harya Adityawarman mengungkapkan tujuan Rencana Strategis Kementerian ESDM 2020-2024 antara lain peningkatan kemandirian dan ketahanan energi, optimalisasi pengelolaan energi dan mineral yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan nilai tambah, dan penguatan kapasitas organisasi dalam rangka menjadi penggerak utama sektor ESDM.

Sedangkan Direktur Jenderal (Dirjen) EBTKE Dadan Kusdiana menjelaskan program pada subsektor EBTKE seperti pengembangan Bahan Bakar Nabati 2020-2035, pengembangan PLTS skala besar yang terdiri dari dua konsep yaitu Solar Park dan PLTS Terapung, PLTS atap (rooftop), konversi PLTD ke PLT EBT oleh PLN, pengembangan panas bumi 2020-2035, pengembangan cofiring biomassa pada PLTU, program penerapan konservasi energi 2020-2035.

Selain itu, Dirjen Migas Tutuka Ariadji menyampaikan arah kebijakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas yaitu availability dan sustainability dengan ketersediaan pasokan migas guna memenuhi kebutuhan dalam negeri, accesibility dan affordability dengan kemampuan mengakses sumber energi migas dalam rangka pemanfaatan, acceptability dengan penggunaan energi migas yang memperhatikan keselamatan dan lingkungan, serta value creation dengan penciptaan nilai tambah bagi perekonomian.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko menyampaikan untuk mendorong peningkatan nilai tambah batubara guna mengurangi impor dan menstubtitusi BBM, BBG, dan bahan baku industri kimia di dalam negeri melalui gasifikasi batubara, underground coal gasification, pembuatan kokas, pencairan batubara, peningkatan mutu batubara, pembuatan briket batubara, dan coal slurry/ coal water mixture.

Adapun strategi yang perlu dilakukan untuk memenuhi target seperti melalui peningkatan bauran energi terbarukan namun menggunakan aset existing, co-firing biomasa pada PLTU batubara, dan lain sebagainya supaya memperoleh biaya termurah untuk menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, hal ini disampaikan Direktur Perencanaan Korporat PLN Muhammad Ikbal Nur.

Sebagai penutup Djoko menyampaikan terima kasih kepada para peserta workshop dan berharap adanya masukkan secara detil terhadap perencanaan energi nasional yang sedang disusun, agar program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik, untuk selanjutnya masukkan tersebut akan disampaikan kepada Menteri ESDM sebagai bahan pembahasan rapat atau sidang bersama Presiden Republik Indonesia. (Penulis: TR/ Editor: KDW).

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.