DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Resiko perusahaan pemula pengembang geothermal

12 Mei 2011 Berita

Raser Technologies, Inc., sebuah perusahaan pemula pengembang panas bumi, minggu lalu mengajukan klaim bangkrut. Ini membuktikan betapa pengembangan panasbumi masih menghadapi tantangan serius bagi perusahaan kecil, bermodal kecil untuk mengeksploitasi teknologi terbarukan terbaik selain hydropower.

Dengan mengoperasikan hanya satu sumur operasi aktif penghasil kas dengan  instalasi 10 MW di Utah yang dibangun dengan hibah $ 33 juta dari pemerintah dan sejumlah proyek sedang berjalan yang menggerus kas, Raser kehilangan daya untuk mencapai profitabilitas.
 
Mengapa begitu sulit bagi perusahaan pemula untuk berhasil dalam lingkup ini? bukan kebetulan jika operator-operator besar sumur panasbumi di dunia adalah juga perusahaan migas berkapital besar seperti Chevron, Calpine, atau Enel Green Power. Pengembang panas bumi menghadapi beberapa tantangan mendasar yang membutuhkan fleksibilitas keuangan. Pertama adalah capital cost dari aset, dibandingkan dengan teknologi-teknologi pembangkit listrik lainnya. Biaya pembangkit panas bumi baru per megawatt adalah dua kali lipat dari pembangkit angin dan empat kali lipat pembangkit gas alam.
 
Hal ini dapat dilihat dari proses yang harus dilalui oleh pengembang dimulai dari menemukan reservoir geothermal, lalu dinilai, dan dibor. Teknologi yang digunakan sangat mirip dengan kegiatan untuk menemukan minyak dan gas, dan melibatkan banyak keterampilan inti yang sama. Eksplorasi panas bumi bukan hanya memperkenalkan biaya tambahan, dibandingkan dengan pembangkit listrik angin, tetapi juga serangkaian risiko serius, termasuk kemungkinan bahwa sumber daya tidak akan sebesar yang diharapkan, atau yang karakter geologinya tidak akan menghasilkan aliran panas yang menarik secara komersial. Dalam kasus terburuk, hasil pengeboran setara dengan "dry hole ", atau jika ditemukan juga, daya atau panasnya kurang dari perkiraan, dan berdampak signifikan pada keekonomian proyek yang akan bergantung pada produksi uap dalam jangka panjang. Akibatnya, panas bumi memiliki karakteristik resiko-resiko hulu eksplorasi minyak dan gas.
 
Aspek positifnya, panas bumi menyediakan produksi energi bersih untuk jaringan listrik hampir 24 jam selama 7 hari, hal yang tidak bisa dipenuhi oleh tenaga angin maupun tenaga surya tanpa kemampuan baterai yang masih mahal saat ini. Hanya segelintir perusahaan publik yang masih beroperasi  setelah pengajuan bangkrut Raser Technologies, Inc., diantaranya perusahaan-perusahaan seperti Ormat Technologies dan Magma Energy Corp, yang melakukan pekerjaan kecil-kecilan. Namun, sulit untuk membayangkan energi panas bumi dapat mencapai potensi penuhnya tanpa partisipasi yang jauh lebih besar dari perusahaan bermodal besar, yang dapat mengejar peluang tersebut pada skala yang sama sekali berbeda.
 
 (Sumber: Geoffrey Styles)- SM
Bagikan berita ini


© 2016 - 2019 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.