DEN DEWAN ENERGI NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Webinar: Transisi Energi dalam Kerangka Pembangunan Regional Berkelanjutan

04 Februari 2021 Berita

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari Pemangku Kepentingan, Satya Widya Yudha menjadi narasumber Webinar yang bertajuk Transisi Energi dalam Kerangka Pembangunan Regional Berkelanjutan diselenggarakan oleh Publish What You Pay (PWYP) Indonesia melalui daring (04/02/2021).
Webinar ini bertujuan untuk mendiskusikan perspektif Pemerintah Pusat dan Daerah mengenai transisi energi dalam kerangka pembangunan regional yang berkelanjutan, serta mengindentifikasi isu-isu terkait dan tantangan dalam mewujudkan transisi energi guna mencapai kemandirian dan ketahanan energi di tingkat nasional dan daerah.

Aryanto Nugroho, Koordinator Nasional PWYP, dalam sambutan menyampaikan bahwa saat ini RUEN dan RUED menjadi pedoman pengembangan dan pengelolaan energi daerah dalam jangka panjang sampai dengan tahun 2050. Bagi daerah penghasil sumber daya energi fosil, akan memiliki banyak dampak dan implikasi terkait dengan tansisi energi fosil ke energi baru terbarukan. Namun demikian, transisi menuju energi baru terbarukan menjadi hal yang harus dilakukan, mengingat ketergantungan Indonesia yang masih tinggi terhadap energi fosil dan untuk menciptakan ketahanan serta kemandirian energi.

Tony Susandy, Analis Kebijakan Madya, Direktorat Jenderal EBTKE, KESDM, memaparkan bahwa komitmen nasional untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 29% dari BaU (kemampuan sendiri) atau sebesar 41% (dengan bantuan internasional) pada tahun 2030. Sedangkan, komitmen sektor energi menurunkan emisi GRK sebesar 314-398 Juta Ton CO2 pada tahun 2030 melalui pengembangan energi terbarukan, pelaksanaan efisiensi energi dan konservasi energi, serta penerapan teknologi energi bersih. Tony juga menjelaskan bahwa trend porsi energi baru dalam bauran energi dalam 5 tahun terakhir terus meningkat, namun perlu adanya strategi atau program percepatan untuk mencapai target 23% pada tahun 2025. Transisi energi yang dilakukan harus tetap mempertimbangan realitas kebutuhan energi, keekonomian yang wajar dengan memberikan kesempatan pertama kepada energi terbarukan serta meminimalkan intermittency factor.

Satya Widya Yudha, Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan, menyampaikan bahwa visi pengelolaan energi nasional ialah terwujudnya pengelolaan energi yang berkeadilan, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dengan memprioritaskan pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Saat ini, paradigma pengelolaan energi yang selama ini berjalan di Indonesia baru menempatkan sumber daya energi sebagai komoditas yang hanya menjadi sumber devisa Negara, bukan sebagai modal pembangunan. Saat ini Pemerintah sudah memiliki PP No.79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Perpres No.22 tahun 2017 tentang RUEN, didalam KEN dan RUEN terdapat program dan strategi pengembangan energi baru terbarukan sampai dengan tahun 2050. Satya juga menyampaikan bahwa saat ini sudah terdapat 19 Pemerintah Daerah yang telah menetapkan RUED, RUED merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi mengenai rencana pengelolaan energi tingkat Provinsi yang merupakan penjabaran dan rencana pelaksanaan RUEN yang bersifat lintas sektor untuk mencapai sasaran RUEN. Satya menutup bahwa transisi energi baru terbarukan harus didukung oleh seluruh pihak terkait.

Hendriansyah, Plt. Kepala Dinas Energi Sumatera Selatan, mengatakan sangat setuju mengenai transisi energi baru terbarukan, karena ketergantungan terhadap impor LPG dan BBM sangat besar namun tentunya dengan tetap memperhatikan faktor lainnya. Saat ini, Provinsi Sumatera Selatan merupakan daerah penghasil sumber daya energi fosil oleh sebab itu diperlukan kebijakan dan strategi Pemerintah Pusat untuk menyesuaikan kondisi provinsi penghasil sumber energi fosil. Hendriansya juga menyampaikan akan komit untuk mendukung program dan strategi yang ada dalam KEN dan RUEN, untuk menciptakan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Sesi diskusi pada webinar ini membahas mengenai arah kebijakan KEN, RUEN dan RUED, upaya percepayan implementasi KEN, RUEN, RUED, serta komitmen Pemerintah dalam transisi energi.

Bagikan berita ini


© 2016 - 2021 Dewan Energi Nasional. All rights reserved.