Outlook Energi Indonesia 2023 versi Bahasa Indonesia

OEI merupakan publikasi tahunan yang memuat proyeksi kebutuhan dan pasokan energi dalam 10 tahun ke depan (2023-2033) berdasarkan asumsi sosial, ekonomi dan perkembangan teknologi ke depan dengan menggunakan data dasar tahun 2022. Skenario yang dikembangkan setiap tahunnya berbeda-beda, untuk tahun 2023 akan dikembangkan 2 (dua) skenario yaitu Hymne yang menggambarkan skenario Business as Usual (BaU) dengan penerapan kebijakan exsisting dan skenario Mars yang diasumsikan akan menerapkan kebijakan-kebijakan menuju negara maju 2045 dan Net Zero Emission (NZE) 2060. Selanjutnya hasil proyeksi kedua skenario akan dibandingkan dengan hasil proyeksi dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Untuk dapat melihat lebih detail penyebaran energi per region, maka pada edisi tahun 2023 proyeksi supply demand energi akan dibagi berdasarkan 7 region yaitu Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Outlook Energi Indonesia 2023 English Version

IEO is an annual publication about energy demand and supply projection for the next 10 years (2023-2033) based on social, economy, and future technology development assumptions by using year 2022 as the baseline. The developed scenario differs each year. In 2023, the two scenarios used are Hymne scenario which depicts Business as Usual (BaU) by implementing existing policy and Mars scenario which deploys the assumptions of 2045 Advance Indonesia and Net Zero Emission (NZE) 2060. The result of projection in the two scenarios will be compared with the result of projection in RUEN.

To have a further overview of energy distribution by region, this 2023 edition will divide the energy supply demand projection based on 7 regions namely Sumatra, Java-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku and Papua. In the modeling, energy consumption is data in each province which is added up following the division by region. Data of energy consumption by province is derived from units in MEMR and energy companies. Oil fuel and LPG consumption/sales data by province is derived from Directorate General of Oil and Gas. Main data for electricity sales is based on PLN data with the additional identification data of non PLN consumption and electricity in smelter industry from Directorate General of Electricity. Data on coal consumption by province refers to data from BPS Industrial Statistic. Meanwhile, data on gas consumption is from sales data in Handbook Energy and Economy Statistics of Indonesia (HEESI) with the data on consumption by industrial sector derived from BPS Industrial Statistic. Data on household consumption by province is from Indonesia Residential End Use Survey as the result of CLASP by Directorate General of New Renewable Energy and Energy Conservation.

Buku Energi Outlook 2022 - Indonesia

OEI 2022 memberikan gambaran proyeksi permintaan dan penyediaan energi nasional dalam kurun waktu 2022-2032 berdasarkan asumsi sosial, ekonomi dan perkembangan teknologi ke depan dengan menggunakan data dasar tahun 2021.

Analisis permintaan dan penyediaan energi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan model LEAP (Low Emissions Analysis Platform). LEAP adalah aplikasi pemodelan perencanaan energi untuk menganalisis kondisi permintaan hingga penyediaan secara terintegrasi. 

Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi menjadi dasar asumsi yang dikembangkan untuk memperoleh gambaran mengenai permintaan energi hingga tahun 2032, mandatori BBN, pengembangan kendaraan listrik dan kapasitas pembangkit. 

Pada tahun 2032 konsumsi energi final skenario BaU akan meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 4,8% per tahun menjadi 207 juta TOE. Pangsa konsumsi energi final terbesar pada tahun 2032 adalah sektor transportasi dan industri masing-masing sebesar 42,6% dan 37,9%. Sementara pada skenario OPT konsumsi energi final akan meningkat sebesar 6,6% per tahun menjadi 248 juta TOE. Berbeda dengan skenario BaU, pada skenario OPT pangsa konsumsi energi final terbesar berasal dari sektor industri sebesar 49,2% diikuti sektor transportasi sebesar 36,4%

Indonesia Energy Outlook 2022

Indonesia Energy Outlook (IEO) 2022 presents national energy demand and supply projection in 2022-2032 based on assumptions of social, economy and technology

development in the future by using baseline data year 2021.

The energy demand and supply analysis are conducted based on LEAP (Low Emissions Analysis Platform) calculation model. LEAP is an energy planning modelling application to take an integrated energy demand and supply analysis. 

Population growth and economic growth are the basic assumptions which are developed to obtain an illustration on energy demand up to the year 2032, biofuel mandatory, electric vehicle (EV) development, and power capacity. 

In 2032, final energy consumption in BaU scenario will increase with the average growth of 4.8% per year into 207 million TOE. The biggest final energy consumption shares in 2032 come from transportation and industry with 42.6% and 37.9% respectively. The final energy consumption in OPT scenario will increase 6.6% per year into 248 million TOE. Unlike BaU scenario, the biggest final energy consumption in OPT scenario comes from industry with 49.2%, followed by transportation with 36.4%.

Outlook Energi Indonesia 2021 (Versi Bahasa Indonesia)

OEI 2021 memberikan gambaran proyeksi permintaan dan penyediaan energi nasional dalam kurun waktu 2020-2030 berdasarkan asumsi sosial, ekonomi dan perkembangan teknologi kedepan dengan menggunakan baseline data tahun 2019.

Analisis permintaan dan penyediaan energi dilakukan berdasarkan hasil perhitungan model LEAP (Low Emissions Analysis Platform). LEAP adalah aplikasi pemodelan perencanaan energi untuk menganalisis kondisi permintaan hingga penyediaan secara terintegrasi. 

Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi  menjadi dasar asumsi yang dikembangkan untuk memperoleh gambaran mengenai permintaan energi hingga tahun 2030. Selain itu, digunakan juga beberapa asumsi tambahan terkait dengan kebijakan energi yang berlaku saat ini  antara lain  mandatori BBN, pengembangan kendaraan listrik dan rencana pembangunan kilang green fuel serta pengembangan ketenagalistrikan dalam RUPTL. 

Pada tahun 2022 konsumsi energi final akan meningkat dibandingkan tahun 2020 menjadi 129 MTOE. Pangsa konsumsi energi final sektor rumah tangga pada tahun 2022 menurun dari 16,7% di tahun 2020, menjadi 14,7% di tahun 2022 sejalan dengan turunnya kasus COVID-19. Konsumsi listrik di tahun 2022 diproyeksikan  akan mencapai 282 TWh, meningkat di semua sektor kecuali sektor rumah tangga.

Permintaan listrik pada tahun 2030 di skenario Optimis khususnya sektor transportasi mencapai 16,9 TWh, jauh lebih tinggi dibandingkan skenario Realistis hanya 1,08 TWh. Sedangkan di sektor rumah tangga, permintaan LPG pada tahun 2030 di skenario Optimis hanya 2,2 MTOE, jauh lebih rendah dibanding skenario Realistis sebesar 8,4 MTOE. Sementara kapasitas Pembangkit listrik untuk skenario Optimis pada tahun 2030 mencapai 109 GW, sedangkan skenario Realistis 90 GW.

Outlook Energi Indonesia 2021 (Versi Bahasa Inggris)

Indonesia Energy Outlook (IEO) 2021 presents national energy demand and supply projection in 2020-2030 based on social assumption, economy and tecnology development in the future by using 2019 as baseline year.

The energy demand and supply analysis is conducted based on LEAP (Low Emissions Analysis Platform) calculation model. LEAP is an energy planning modelling application to take an integrated energy demand and supply analysis. 

Population growth and economic growth are the basic assumptions which are developed to obtain an illustration on energy demand up to the year 2030. Furthermore, there are also additional assumptions related to current energy policy such as biofuel mandatory, EV development, green fuel refinery development, and electricity development in RUPTL (Electricity Supply Business Plan).

In 2022, final energy consumption will increase into 129 MTOE compared to the consumption in 2020. The final energy consumption in household sector in 2022 will decline from 16.7% in 2020 into 14.7% in 2022 along with the declining Covid-19 cases. Electricity consumption in 2022 is projected to reach 282 TWh. It increases in all sectors except in household. 

Electricity demand in 2030 in Optimistic scenario especially in transportation reaches 16.9 TWh. It is higher compared to the Realistic scenario with 1.08 TWh. Meanwhile, LPG demand in household in 2030 for Optimitic scenario is only 2.2 MTOE. It is lower than in Realistic scenario of 8.4 MTOE. The power plant capacity in 2030 is 109 GW for Optimistic scenario and 90 GW for Realistic scenario.